Analisis Kluster Status Hara Makro sebagai Acuan Rekomendasi Pemupukan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum Linn.)

Sistem tanam monokultur  dalam budidaya tebu yang dilakukan terus–menerus dan pemberian unsur hara dalam tanah yang tidak sesuai dan tidak rasional  menyebabkan penurunan jumlah hara tersedia dalam tanah, (Hunsigi, 2001). Kebijakan pemupukan yang tidak sesuai akan berpengaruh terhadap produktifitas dan nilai ekonomi.

Upaya untuk pemenuhan unsur hara makro dalam tanah perlu dilakukan melalui efisiensi pupuk yang diberikan dan spesifik lokasi penanaman tebu.  Untuk itu perlu dilakukan analisa tanah sehingga dapat mengetahui peta sebaran status hara tanah terutama hara makro (N, P, maupun K) di areal pertanaman tebu. Peta sebaran status hara tanah tersebut sebagai dasar dalam menentukan takaran dan rekomendasi jumlah pupuk yang diberikan yang bersifat spesifik lokasi (specific location) dan mempunyai nilai ekonomi.

Tujuan dari analisis kluster ststus hara ini bertujuan untuk  (1). Untuk mengetahui sebaran status hara makro (N, P, K) di wilayah kerja PG Rejo Agung Baru Madiun melalui analisa unsur hara dalam tanah, (2). Untuk membuat peta kluster sebaran status hara berdasarkan jenis tanah yang ada di wilayah kerja PG Rejo Agung Baru Madiun, (3). Sebagai acuan dalam pemberian rekomendasi pemupukan yang bersifat spesifik lokasi

Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini diantaranya adalah (1). Tahap persiapan meliputi pengumpulan data awal, yaitu data iklim, data tanah (satuan peta tanah, penentuan sampling menggunakan metode grid yang mewakili jenis tanah yang sama, (2).Tahap survey lapangan meliputi pengambilan sampel tanah dengan alat yang sudah dipersiapkan dan sampel tanah dibawa ke BST untuk dilakukan preparasi, (3) Tahap analisa, analisa dilakukan di Laboratorium Tanah Parameter yang dianalisis meliputi H2O, C-Organik, N-total, P-tersedia (P2O5),K-tersedia (K2O), KTK, Hara Mikro (Ca, Na, Mg, S), (4) Tabulasi dan analisis data, analisis data dilakukan diaman data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan kriteria pengharkatan  sifat-sifat tanah untuk budidaya tebu, kemudian terhadap data hasil dilakukan analisis cluster berdasarkan jenis tanah, (5) Pembuatan peta tematik status hara, yaitu membuat peta sebaran status hara atas dasar hasil dari analisa data yang didasarkan pada kluster jenis tanah, (6). Rekomendasi kebutuhan hara (pemupukan), meliputi hasil analisis cluster dipadukan (maching) dengan jumlah pupuk yang harus diberikan sesuai standar kebutuhan hara tanaman tebu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *