SINERGI ANTAR ANAK PERUSAHAAN: PT PG RAJAWALI I BENCHMARK KESISTEMAN R&D KE PT PHAPROS TBK

Posted on

Langkah nyata PT PG Rajawali I sebagai salah satu anak perusahaan PT RNI (Persero) yang bergerak di bidang agroindustri tebu untuk meningkatkan performanya adalah melalui benchmarking atau studi banding. Inisiatif tersebut dipandang penting oleh PT PG Rajawali I yang memiliki visi menjadi industri berbasis tebu yang unggul dalam persaingan global, untuk memperkuat kompetensi inti saat ini maupun yang akan datang. Kompetensi inti PT PG Rajawali I saat ini adalah mampu memproduksi Gula Kristal Putih (GKP) dengan rendemen rata-rata tertinggi dan HPP terendah seperusahaan gula BUMN. Namun kompetensi inti tersebut baru terbatas pada satu komoditas turunan tebu, yaitu gula padahal masih banyak potensi besar tanaman tebu yang belum dioptimalkan.

Riset dan pengembangan menjadi kunci. PT PG Rajawali I menyadari betul hal itu dan telah mewadahi kebutuhan tersebut ke dalam satu organ baru, yaitu Bidang Pengembangan Usaha. Berkaca dari kegiatan riset dan pengembangan berbasis tebu di dunia, misalnya Thailand, dimana tahap pengembangan produk berbasis tebu saat ini sudah masuk pada beberapa stage. Di mana stage I adalah produk gula (GKP, raw sugar, brown sugar, dll). Stage II adalah biomassa dan bioenergi (partikel board, etanol, dll). Kemudian saat ini telah memasuki stage III, yaitu produk-produk kosmetik dan pharmaceutical.

Perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari adanya ekosistem riset dan prinsip perbaikan berkelanjutan yang sistematis, konsisten, dan efektif. Disebut sistematis ketika tahap-tahapnya telah diidentifikasi dengan jelas dan terukur. Ukuran-ukuran efektifitas sistem yang dimaksud mencangkup ukuran input, misalnya kuantitas/kapabilitas peneliti, laboratorium dan peralatan analisa. Ukuran proses, misalnya jumlah proposal riset, realisasi kegiatan penelitian dan realisasi anggaran. Ukuran output, misalnya jumlah dan dampak inovasi. Bagaimana input dan proses bekerja, itulah yang menghasilkan output yang efektif. Bersyukur semua anak perusahaan di lingkungan PT RNI (Persero) telah mengimplementasikan KPKU sehingga ukuran-ukuran tersebut bukan lagi menjadi hal asing.

Insan PT PG Rajawali I siap berbenah dan belajar. Dengan dukungan penuh dari manajemen, Tim Riset dan Pengembangan PT PG Rajawali I bersama dengan perwakilan Quality Control PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru pada 14-15 November 2017 melaksanakan benchmarking kesisteman R&D dan implementasi Proper di PT Phapros Tbk. PT Phapros Tbk dipandang telah memiliki kesisteman yang baik dengan adanya penerapan Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) secara konsisten sejak awal berdirinya perusahaan. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Syamsul Huda, Direktur Produksi PT Phapros Tbk saat menyambut Tim PT PG Rajawali I, bahwa Phapros memandang R&D sebagai nyawa perusahaan. Budaya riset dibangun berlandaskan sistem dimana masing-masing komponennya memiliki otoritas yang tidak dapat begitu saja diintervensi oleh kepentingan lain, termasuk kepentingan Direksi. Sistem tersebut dibangun untuk setia pada tujuan.

Di bidang pangan termasuk industri gula, dikenal juga istilah CPPB/Cara Produksi Pangan yang Baik atau CPMB/Cara Produksi Makanan yang Baik. Baik CPOB maupun CPPB/CPMB merupakan standar dasar kesisteman yang mempersyaratkan Good Manufacturing Practices (GMP). GMP adalah istilah yang diakui di seluruh dunia untuk kontrol dan manajemen manufaktur dan pengujian kontrol kualitas makanan, produk farmasi dan alat kesehatan. Perbedaan GMP di pabrik farmasi dan pabrik gula adalah tuntutan terhadap komitmen implementasinya. PT Phapros Tbk berkomitmen penuh terhadap pemenuhan implementasi CPOB dikarenakan tuntutan pasar. Sementara di industri gula, pengawasan CPPB/CPMB yang dipersyaratkan pada penerbitan ijin edar dari BPOM belum menjadi isue krusial dikarenakan kategori risiko untuk produk gula yang jauh lebih rendah dibanding produk obat. Artinya, proses produksi berisiko relative rendah untuk memberikan produk gula yang tidak aman. Sementara untuk obat, sedikit saja kesalahan misalnya penimbangan dapat berakibat fatal bagi konsumen.

PT Phapros Tbk telah membuktikan diri bahwa kesadaran individu (human resources) untuk menerapkan dan membangun sistem berpengaruh terhadap kinerja dan daya saing korporasi. Daya saing tersebut dibuktikan dengan trend semakin meningkatnya keuntungan yang diperoleh oleh PT Phapros Tbk. Kesisteman di PT Phapros Tbk melekat di semua bagian yang dikondisikan melalui KPI pemenuhan sistem terintegrasi bagi seluruh individu/tenaga kerja. Secara struktural, sistem terintegrasi berada di bawah kordinasi Departemen SPI, dipimpin oleh Asisten Manajer (tiga level dibawah Direksi). Sistem yang diintegrasikan di PT Phapros Tbk, antara lain CPOB, ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 17025, GCG, PSAK, Permenkes Alkes dan KPKU.

 

Di bidang pengelolaan lingkungan, PT Phapros Tbk merupakan satu-satunya anak perusahaan PT RNI (Persero) yang telah mendapatkan peringkat Proper Hijau sebanyak 5 (lima) tahun berturut-turut. Keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan peringkat kinerja lingkungan yang beyond compliance menjadikan PT Phapros Tbk pantas menjadi benchmark bagi anak perusahaan RNI lainnya. PT Phapros Tbk juga telah secara konsisten menerapkan manajemen energi. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya kembali Penghargaan Efisiensi Energi Nasional untuk Manajemen Energi untuk industri dan Bangunan Gedung pada tanggal 4 Agustus 2016 setelah sebelumnya pada tahun 2014 dan 2015 memperoleh penghargaan yang sama dari Kementrian ESDM serta 1 st runner up ASEAN Energy Award katergori Energy Management for Small Industries and Building.

PT Phapros Tbk juga memiliki program perlindungan keanekaragaman hayati untuk mendukung Proper melalui 2 (dua) pendekatan, yaitu pendekatan spesies berupa pengembangbiakan tanaman langka di areal lahan perusahaan dan pendekatan ekosistem berupa konservasi hutan magrove di kawasan Pantai Maroon Kota Semarang. Beberapa program unggulan pemberdayaan masyarakat PT Phapros Tbk, yaitu Maroon Mangrove Edu Park, Embrio Panti Asuhan Mandiri, dan Tabungan Gizi Balita (seHATI, Pelita Sehat, PAUD). Program-program pemberdayaan masyarakat menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat termasuk di wilayah yang nantinya akan di bangun pabrik baru. Sebelum program pembangunan dilaksanakan, CSR atau Bina Lingkungan sudah lebih dahulu masuk menjalankan program-programnya.

Banyak hal positif yang dapat diperoleh dari pembelajaran silang antar anak perusahaan PT RNI. Korporasi diharapkan semakin kuat dengan adanya hubungan baik antara individu-individu di dalamnya. Proses bisnis diharapkan semakin efisien dengan adanya sinergi rantai pasokan. Di samping itu, dapat pula membuka peluang inovasi produk maupun bisnis misalnya pengembangan produk kosmetik dan pharmaceutical berbasis tebu seperti yang sudah mulai dikembangkan di Thailand. Bukan menjadi hal asing karena sinergi sudah ada pada diri bangsa Indonesia melalui semangat gotong-royongnya. Kita hanya perlu kembali pada kearifan lokal. Kembali pada jati diri insan RNI yang PINTER. Profesional, berINtegritas, Team work, Ekselen, Respek. (RSD-RWI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *