Uncategorized

AUDIENSI DIREKTUR UTAMA PT PG RAJAWALI I BERSAMA MAHASISWA POLITEKNIK LPP

YOGYAKARTA – Bertempat di Kampus Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta pada Selasa 14 Januari 2020, Direktur Utama PT PG Rajawali I menyampaikan paparan bertajuk “PT PG Rajawali I Membangun SDM Unggul Indonesia Maju”. Pemaparan yang diwarnai cerita dan diskusi tentang pengalaman mengelola industri gula berbasis tebu yang menitikberatkan pada pengelolaan SDM yang berbudaya PINTER ditujukan kepada para Mahasiswa semester akhir Politeknik LPP. Politeknik LPP merupakan salah satu sekolah vokasi yang dipercaya oleh PT PG Rajawali I, mampu menghasilkan lulusan siap kerja khususnya di industri gula.

Sepakat dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo, “Man behind the gun” atau talent/SDM merupakan kunci sukses pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,02% di tahun 2019. Angka tersebut lebih rendah dibanding 2018, yaitu sebesar 5,17% akibat tekanan eksternal, antara lain Brexit, perang dagang Amerika, geopolitic risks dan penurunan harga komoditas. Secara sektoral, pertumbuhan industri turun dari 4,37% ke 3,80%; perdagangan turun dari 4,97% ke 4,62%; konstruksi turun dari 6,09% ke 5,76%; dan pertambangan turun dari 2,16% ke 1,22%. Hanya sektor pertanian yang meningkat dari 3,89% ke 3,64%.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas dalam ringkasan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,4% (target rendah) hingga 6,0% (target tinggi) untuk mencapai target tersebut. Pada 2020 ditargetkan tumbuh 5,3% dengan Gross National Income sebesar US$ 4.320 per kapita. Target tersebut dapat dicapai jika seluruh talent/SDM mampu bergotong-royong menciptakan social kapital secara simultan dan kolektif.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sumber perekonomian Indonesia masih didominasi dengan industri, pertanian dan perdagangan. Peranan ketiga sektor ini sudah mencapai sekitar 45% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, pertumbuhan usaha PT PG Rajawali I diprediksi juga akan meningkat. Produksi Gula diproyeksikan meningkat 4% menjadi 204.635 Ton di 2020 dengan penerapan 100% Sistem Pembelian Tebu (SPT) dan instensifikasi pertanian.

Tahun 2020, persoalan eksternal semakin menantang dengan meluasnya wabah corona virus yang diprediksi menurunkan outlook ekonomi dunia. Pemerintah tentunya akan mengoptimalkan pengelolaan pasar domestik. Peluang tersebut akan dioptimalkan oleh PT PG Rajawali I bersama talent-talentnya. Strategi yang diterapkan perusahaan untuk meningkatkan market share selain peningkatan produksi adalah dengan penurunan Harga Pokok Produksi Gula sebesar 3% melalui efisiensi energi dan sharing bahan masak gula. Mengharap ridho Tuhan Yang Maha Esa, prospek usaha agroindustri tebu optimis semakin berkembang di tahun 2020. Apalagi dengan dukungan sinergi klaster BUMN Pangan.

Optimisme dan energi-energi baik tersebut yang akan digemakan oleh PT PG Rajawali I kepada seluruh stakeholder. Termasuk kepada calon penerus bangsa yang masih menimba ilmu di Politeknik LPP Yogyakarta. Satu jiwa raih juara! (RSD-RW1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *