Uncategorized

MENILIK PERBANDINGAN BIAYA OLAH TANAH CARA MANUAL DAN MEKANISASI DI LAHAN LANUD PG REJO AGUNG BARU

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di PT PG Rajawali I periode I telah selesai dilaksanakan. Salah satu peserta PMMB dari Politeknik LPP Yogyakarta telah mempelajari perbedaan sistem olah tanah menggunakan cara manual dan mekanisasi. Khususnya di lahan Lanud PG Rejo Agung Baru Kota Madiun.

Latar belakang masalah yang mengarah pada perlunya mekanisasi adalah keterbatasan tenaga kerja serta kemajuan teknologi di bidang pertanian. Menurut hasil kajian mahasiswa di lapangan, pekerjaan dalam usaha tani tebu tidak akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan program rencana kegiatan jika kebutuhan akan tenaga kerja tidak terpenuhi. Maka dari itu, untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja maka perusahaan perlu memanfaatkan mesin dan alat pertanian.

Di PG Rejo Agung Baru kegiatan budidaya tanaman tebu mayoritas dilakukan secara manual, namun sekarang mulai beralih ke mekanisasi. Pertimbangan utamanya dikarenakan sumber daya manusia yang sulit dicari dan biaya yang mahal. Kegiatan yang telah dilakukan mekanisasi antara lain cacah daduk (trash shredder), bajak I, bajak II, kair dan jugar.

Trash shredder atau cacah daduk dilakukan untuk mencacah daduk hingga kecil atau halus, sehingga daduk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik tanah. Khususnya pada lahan di wilayah Lanud yang tidak boleh dibakar. Pembakaran daduk di wilayah tersebut akan mengganggu aktifitas penerbangan, sehingga dilarang.

Bajak I dilakukan untuk membongkar dan membalik tanah. Kegiatan tersebut dapat membunuh perakaran tanaman pengganggu atau tanaman sebelumnya. Hasil yang didapatkan tanah masih berbentuk bongkahan besar, sehingga perlu dilakukan bajak II. Bajak II bertujuan untuk lebih meratakan dan meremahkan tanah hasil dari pembajakan I.

Selanjutnya kair. Kegiatan kairan dilakukan secara mekanisasi menggunakan implement furrower, bertujuan untuk membuat lubang tanam. Dilanjutkan jugar. Kegiatan Jugar dilakukan secara mekanisasi menggunakan implement cultivation disc, bertujuan untuk memutus perakaran tebu dan mencacah daduk agar bisa dimanfaatkan sebagai kompos.

Pola budidaya tebu berdasarkan jenis tanam ada dua, yaitu tanam baru atau Plant Cane (PC) dan tanam kepras atau Ratoon Cane (RC). Secara umum tanam kepras (RC) lebih murah dari tanam baru (PC), namun RC memiliki konsekuensi yaitu menurunnya kualitas tanaman (produktifitas) akibat akumulasi resistensi terhadap zat kimia pengendali hama dan penyakit tanaman. Penurunan dan resistensi tersebut berbeda-beda tergantung dari daya tahan varietas tebu yang digunakan. Umumnya setelah lima kali kepras (RC), tanaman tebu harus diganti tanam baru (PC).

Total biaya kegiatan olah tanah untuk tanam baru (PC) secara manual sebesar Rp 3.340.000 per hektar. Sedangkan secara mekanisasi hanya dibutuhkan biaya sebesar Rp 2.780.000 per hektar. Sehingga terdapat selisih pembiayaan sebesar Rp 560.000 per hektar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan budidaya tanaman tebu dilahan untuk tanam baru (PC) lebih efektif dilakukan secara mekanisasi karena lebih efisien dalam segi biaya.

Total biaya kegiatan olah tanah untuk tanam kepras (Ratoon Cane/RC) secara manual sebesar Rp 1.500.000 per hektar. Sedangkan secara mekanisasi hanya dibutuhkan biaya sebesar Rp 1.200.000 per hektar. Sehingga terdapat selisih pembiayaan sebesar Rp 300.000 per hektar. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan budidaya tanaman tebu dilahan untuk tanam keparas (Ratoon Cane/RC) lebih efektif dilakukan secara mekanisasi karena lebih efisien dalam segi biaya.

Demikian gambaran umum perbedaan olah tanah sistem manual atau konvensional dengan sistem mekanisasi. Semoga dapat menambah wawasan kita semua serta membuka peluang-peluang inovasi untuk meningkatkan efektifitas usaha tani tebu. Saran dan suport dari seluruh pihak baik lembaga penelitian, pemerintah, akademisi, petani, swasta maupun masyarakat umum sangat kami butuhkan untuk menjaga sustainabilitas usaha pertanian. PT PG Rajawali siap bertransformasi menjadi lebih baik. Satu jiwa raih juara! (rsd).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *