Uncategorized

LAKSANAKAN WORKSHOP TOP, PT PG RAJAWALI I INGINKAN TARGET 2019 TERCAPAI

Batu – “Impossible Is Nothing, Yes We Can!” itulah tajuk acara workshop TOP 2019 PT PG Rajawali I kali ini, bukan tanpa alasan tajuk itu dipilih, mengingat tantangan di tahun 2019 yang sangat berat, maka segenap karyawan PT PG Rajawali I harus menanamkan itu dalam diri mereka, bahwa tantangan ada bukan untuk ditakuti tapi untuk dihadapi dan ditaklukkan.

Mengambil tempat di Hotel El Royale Kartika Wijaya Batu 14-16 Februari, acara berlangsung selama 3 hari dan dihadiri oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) B. Didik Prasetyo, Komisaris Utama PT PG Rajawali I Agung P. Murdanoto, Direktur Utama PT PG Rajawali I Warsito, Direktur Keuangan PT PG Rajawali I Sagita Hariadin, Direktur Produksi PT PG Rajawali I Rachmad Sartono, GM PG Rejo Agung Baru, GM PG Krebet Baru, Para Kepala Bidang dan Kepala Bagian di lingkungan PT PG Rajawali I.

Hari pertama diisi dengan pemaparan dari para praktisi dan ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya antara lain diskusi prakiraan iklim di Tahun 2019 dengan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Klimatologi Malang terkait dengan adanya potensi kemarau basah di Tahun 2019 merujuk siklus 3 tahunan sejak tahun 2010. Diskusi sistem pengelolaan bahan baku tebu dengan Praktisi Gula dan Konsultan PT Rejoso Manis Indo terkait dengan kerjasama kemitraan dengan petani tebu. Diskusi sinergi dan pemasaran gula dengan Direktur Agro Industri dan Trading PT Rajawali Nusindo terkait dengan strategi pemasaran gula retail dan kerjasama distribusi gula antara PT PG Rajawali I dengan PT Rajawali Nusindo. Acara hari pertama ditutup dengan sharing session antara Direksi dengan segenap karyawan PT PG Rajawali I dalam suasana yang penuh keakraban dan kedekatan.

Acara hari kedua dilanjutkan dengan sesi penjabaran transformasi RNI yang disampaikan langsung oleh B. Didik Prasetyo Direktur Utama PT RNI (Persero), beliau berpesan bahwa RNI selaku induk usaha memandang bahwa PT PG Rajawali I perlu melakukan inovasi dalam hal ini RNI merekomendasikan beberapa hal untuk PT PG Rajawali I yaitu mengevaluasi opsi pengembangan produk turunan tebu sebagai next growth engine, menjalankan continous improvement on farm dan off farm untuk meningkatkan rendemen didukung R&D yang baik, memperkuat relationship management, edukasi dan support dengan petani, mengevaluasi disiplin siklus investasi, alternatif sumber pendanaan dan timing pendanaan, menyusun  value creation growth story terkait rencana IPO dan mendiskusikan holding policy terkait rule of the games AR/AP antara PT PG Rajawali I dan Nusindo.

Setelah istirahat Shalat Jum’at, acara dilanjutkan hingga malam hari dengan agenda pemaparan grand strategy oleh Direksi dan GM serta Kabag operasional masing-masing unit. Paparan pertama disampaikan oleh Direktur Utama PT PG Rajawali I Warsito. Beliau menyampaikan, ada beberapa isu besar yang menjadi isu industri gula, yaitu kebijakan pemerintah berupa penetapan harga acuan petani oleh pemerintah dan kebijakan impor gula setiap tahun yang semakin meningkat, munculnya pabrik gula baru (investor swasta) sebagai pesaing dengan kapasitas lebih besar dan peralatan modern, kualitas produk gula kristal putih dengan SNI wajib sesuai Peraturan Menteri Pertanian masih belum dapat dipenuhi pabrik gula BUMN dan tuntutan untuk mengembangkan teknologi zero waste di masa depan.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Direktur Keuangan Sagita Hariadin, menurut beliau PT PG Rajawali I kedepan harus menjadi industri berbasis tebu (zero waste) yang menghasilkan produk berbasis tebu yang lebih variatif, operasi pabrik sepanjang tahun yang menghasilkan GKP dan GKR, off farm yang semakin efisien, budidaya tebu sesuai baku teknis semakin terlihat, decision support system yang fully computerized. Transformasi ini harus didukung oleh SDM yang berkomitmen dan kompetensi tinggi. Selain itu dibidang akuntansi kedepan PT PG Rajawali I akan menjadi perusahaan yang GO Public dengan menerapkan sistem akuntansi yang modern, melakukan tax planning dan warehouse management system.

Dan terakhir disampaikan oleh Direktur Produksi Rachmad Sartono. Beliau menekankan  munculnya ancaman pendirian pabrik gula baru dengan kapasitas besar dapat mengancam perolehan tebu terutama karena menggunakan teknologi modern yang memiliki kemampuan produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi didukung dengan revitalisasi pabrik. Oleh karena itu unit pabrik harus lebih kompetitif dalam mengelola HPP melalui peningkatan produktivitas dengan cara penataan varietas unggul untuk On Farm, peningkatan produktivitas dengan cara produksi kualitas tinggi dan losses rendah pada Off Farm dan pembiayaan yang rasional

Acara ditutup dengan Fun Games yang dilaksanakan di hari terakhir rangkaian kegiatan. Fun Games yang dilakukan ini tidak hanya untuk sekadar refreshing saja, namun ada pesan yang tersimpan didalamnya, bahwa di lingkungan bisnis selalu akan ada kompetisi dan persaingan untuk menjadi yang terbaik, agar dapat mencapai tujuan tersebut, kita harus dapat bekerja sama, kompak dan menganalisis tantangan kedepan dengan cepat dan taktis. PT PG Rajawali I SATU JIWA RAIH JUARA!!! (ysf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *