Uncategorized

TATA KELOLA, DAYA SAING DAN KONTRIBUSI PT PG RAJAWALI I

Pada akhir tahun 2018, seluruh senior leader di PT PG Rajawali I mendapatkan buku terbitan PT Balai Pustaka (Persero) berjudul “Leaders Behind SOEs”. Buku tersebut berisi rangkuman kiprah dan kebijakan para Menteri BUMN Republik Indonesia dari masa kepemimpinan Tanri Abeng, Laksamana Sukardi, Rozy Munir, Sugiharto, Sofyan A. Djalil, Mustafa Abubakar, Dahlan Iskan hingga Rini M. Soemarno. Buku yang juga ditandatangani langsung oleh Rini M. Soemarno tersebut menjadi salah satu bacaan wajib seluruh insan PT PG Rajawali I.

PT PG Rajawali I, dulu dikenal sebagai PT IMACO, merupakan perusahaan agroindustri tebu yang sahamnya dimiliki oleh PT RNI (Persero). PT RNI (Persero) merupakan salah satu BUMN investment holding di bidang perkebunan, farmasi & alkes, perdagangan serta properti. Sebagai anak perusahaan BUMN, tentunya memiliki tugas yang hampir sama dengan induknya. PT PG Rajawali I juga mendukung misi BUMN.

Dikepemimpinan Rini, ada tiga kata kunci misi BUMN. Pertama, tata kelola. Kedua, daya saing. Ketiga, kontribusi. Sebagai satu dari tiga saka guru perekonomian, BUMN dimasa ini berupaya mengokohkan diri sebagai entitas bisnis. Bersinergi dengan pilar perekonomian yang lain, yaitu swasta dan koperasi. Bahu membahu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui indikator angka Produk Domestik Bruto (PDB).

Misi BUMN berdasarkan Renstra Kementerian BUMN Tahun 2015-2019 adalah a) Mewujudkan organisasi modern sesuai dengan tata kelola pemerintahan yang baik; b) Meningkatkan daya saing BUMN di tingkat nasional, regional dan internasional; dan c) Meningkatkan kontribusi BUMN bagi ekonomi nasional.

PT PG Rajawali I juga berperan aktif dalam menjalankan misi-misi tersebut. PT PG Rajawali I saat ini jauh lebih modern dengan penerapan IT untuk mendukung kegiatan operasional dan non operasional. Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) di PT PG Rajawali I telah dimulai sejak tahun 2004. Pada tahun 2009 dilakukan penilaian GCG oleh BPKP Provinsi Jawa Timur dengan capaian bobot sebesar 37,830 (kategori sangat kurang).

Komit terhadap perbaikan berkelanjutan, pada tahun 2014 dilakukan penilaian kembali penerapan GCG oleh BPKP Provinsi Jawa Timur dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Negara BUMN nomor PER 01/MBU/2011 dan Keputusan Sekretaris Kementerian Negara BUMN nomor SK-16/S.MBU/2012. Hasil penilaian GCG pada 2014 sebesar 70,103 (kategori cukup baik).

Area of Improvement yang diberikan BPKP untuk hasil penilaian penerapan GCG tahun 2009 dan 2014 terus ditindaklanjuti, sehingga pada saat dilakukan penilaian sendiri (self assesment) penerapan GCG tahun 2016, capaian bobot yang diperoleh meningkat menjadi sebesar 78,770 (kategori baik). Kemudian pada tahun 2017, capaian bobot meningkat menjadi 80,49 (kategori baik).

Perihal peningkatan daya saing secara menyeluruh, PT PG Rajawali I juga telah mengimplementasikan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU). Asesmen KPKU telah dilaksanakan dua kali, yaitu pada tahun 2017 dan 2018. Asesmen dilakukan oleh PT RNI (Persero) bekerjasama dengan Forum Ekselen BUMN (FEB). Hasil asesmen menunjukan posisi PT PG Rajawali I berada pada level early improvement.

KPKU bertujuan menjadi metode terpadu dalam pengelolaan kinerja BUMN yang diperuntukkan menghasilkan nilai yang meningkat kepada pelanggan dan kepada pemangku kepentingan lainnya. Sehingga berdampak pada keberlangsungan perusahaan dan meningkatkan efektifitas dan kapabilitas BUMN secara menyeluruh. Menurut Hertz (2012), Kriteria Baldgride (KPKU-BUMN) berbicara mengenai kesuksesan perusahaan dari hari ke hari di tengah pasar melalui terbangunnya organisasi yang berkinerja tinggi sesuai dengan intregritas yang tinggi.

PT PG Rajawali I melalui dua unit usahanya (PG Rejo Agung Baru di Kota Madiun dan PG Krebet Baru di Kab. Malang) berusaha hadir membersamai petani, dan memberikan kontribusi langsung maupun tidak langsung bagi perekonomian. Nilai gula dan tetes yang diproduksi PT PG Rajawali I menggunakan harga yang berlaku (gula = Rp 9.700/kg; tetes = Rp 1.600/kg) tahun 2018 adalah sebesar Rp 2,06 triliun. Realisasi pembayaran pajak PT PG Rajawali I tahun 2017 (audited) sebesar Rp 89,04 miliar. Terdiri dari Rp 84,04 miliar pajak pusat dan Rp 5 miliar pajak daerah.

PT PG Rajawali I unit PG Krebet Baru 99% bahan baku tebunya diperoleh dari kemitraan dengan petani/kelompok/koperasi yang merupakan pelaku usaha mikro. PG Krebet Baru membina petani dengan luas kebun teregistrasi (teridentifikasi dengan GPS dan terdatabase di sistem IT) seluas 16.426.27 hektar yang terdiri da  ri 33.802 petak kebun teregistrasi. PT PG Rajawali I mensponsori pelatihan-pelatihan khususnya bagi petani mitra PKBL.

PT PG Rajawali I juga melakukan kemitraan dengan koperasi dan UMKM, untuk mensuplay kebutuhan PT PG Rajawali I. Koperasi karyawan PT PG Rajawali I, baik di Kantor Direksi maupun unit PG menjadi salah satu solusi simpan pinjam anggota dan pemenuhan kebutuhan karyawan dan masyarakat umum. PT PG Rajawali I juga bekerja sama dengan produsen lokal Batik Madura sebagai supplier seragam karyawan sebagai bentuk kemitraan terhadap UMKM.

PT PG Rajawali I juga memiliki mitra binaan PKBL di wilayah Ngawi yang perekonomiannya tidak sebagus wilayah lainnya dalam rangka mendorong kemajuan daerah tertinggal. Mitra binaan tersebut, antara lain a) UMKM Tahu Brangol, Desa Brangol, Kecamatan Karangjati; b) UMKM Kripik Tempe Happy, Desa Ngantru Kecamatan Ngawi; c) Kripik Tempe Mentari, Desa Ngantru, Kecamatan Ngawi; dan d) Toko DEA, Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur.

Memang tidak ada gading yang tak retak. Namun, tidak akan pula hasil mengkhianati proses. Eksistensi PT PG Rajawali I adalah perjuangan panjang lintas generasi. Kedepannya, siapapun boleh memprediksi. Namun pada akhirnya, perjuangan para insan di dalamnyalah yang menentukan nasib perusahaan ini. Semoga tetap lestari. “Pabrik iki mboten nyugihi nanging nguripi”, pesan turun-temurun para pegawai PG. Tekad kami untuk berbuat yang terbaik. Kerja kita prestasi bangsa! (rsd).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *